TAFSIR MAQASHID TENTANG EKOLOGI
Relevansi Ayat-Ayat Kealaman bagi Konservasi Alam
Keywords:
Al-Qur’an, Ekologi, Sumber Daya Air, Konservasi, Tafsir MaqashidAbstract
Isu konservasi lingkungan hidup menjadi agenda strategis dalam diskursus global kontemporer, termasuk dalam kajian keislaman berbasis teks suci. Kajian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis ayat-ayat kealaman terkait air melalui kerangka maqasid al-shari‘ah. Argumentasi utama penelitian ini adalah bahwa Al-Qur’an tidak hanya menghadirkan deskripsi kosmologis tentang air, tetapi juga menyediakan prinsip normatif-etis yang relevan bagi upaya konservasi ekologis. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode tafsir tematik (mawdu‘i) berbasis maqāṣid al-sharī‘ah, melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan terminologi air, lingkungan, dan kerusakan ekologis, serta ditopang oleh literatur tafsir klasik dan kontemporer. Temuan kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an merepresentasikan sumber daya air tidak hanya melalui konsep al-ma’, tetapi juga melalui istilah al-baḥr dan al-nahr yang menandakan dimensi ekologis, sosial, dan kosmologis air. Kerusakan sumber daya air dipahami sebagai konsekuensi dari terganggunya keteraturan ekologis akibat perilaku eksploitatif manusia yang mengabaikan prinsip keseimbangan (mīzān). Implikasi kajian ini menegaskan urgensi aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kebijakan lingkungan, khususnya melalui pemulihan fungsi kawasan resapan air serta pembentukan sistem hukum dan tata kelola sumber daya air yang berkeadilan dan berkelanjutan.