DIGITAL PLATFORMS AS NEW SOCIAL CAPITAL IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION
A Virtual Ethnographic Analysis
Kata Kunci:
digital platform, Islamic religious education, virtual ethnography, social capital, TikTokAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang pesat serta pergeseran paradigma dalam interaksi sosial di era digital, khususnya dalam konteks pendidikan agama Islam. Adanya platform digital sebagai media komunikasi dan informasi membuka peluang baru untuk memanfaatkan modal sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara viewer dan content creator pada akun keislaman di platform digital, khususnya TikTok, yang berfokus pada akun @wakkajishodiq, @huseinjafar, dan @kadamsidik00. Menggunakan pendekatan etnografi digital, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana dinamika interaksi sosial dan pembentukan komunitas keagamaan virtual terjadi melalui konten dakwah. Artikel ini berargumen bahwa karakteristik konten membentuk karakteristik komentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga akun tersebut membangun otoritas keagamaan melalui pendekatan yang berbeda: @wakkajishodiq dengan kedekatan kultural, @huseinjafar dengan pendekatan intelektual, dan @kadamsidik00 dengan pendekatan emosional. Interaksi yang terbentuk menunjukkan bahwa viewer tidak hanya pasif, tetapi juga aktif dalam membentuk makna dakwah melalui komentar, diskusi, dan solidaritas spiritual. Penelitian ini mengungkapkan bahwa platform digital seperti TikTok bukan hanya alat penyebaran pesan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran agama non-formal yang bersifat fleksibel, partisipatif, dan kontekstual. Kesimpulan penelitian ini memperlihatkan bahwa platform digital telah menciptakan model baru dalam pendidikan agama Islam, di mana interaksi sosial dan pembentukan modal sosial menjadi elemen penting dalam proses belajar agama.